Gaya Dekorasi Shabby Chic yang Manis Dan Timeless

Dekorasi Shabby Chic

Sudah lama banyak orang menggemari interior bergaya shabby chic ini. Namun beberapa tahun terakhir ini tampaknya gaya shabby chic semakin populer saja di Indonesia. Ciri-ciri gaya ini antara lain adalah penggunaan unsur dekorasi bermotif floral yang kasual, serta ada sentuhan warna-warna pastel yang lembut. Pemakaian wallpaper cukup penting untuk mendapatkan gaya dan ‘rasa’ shabby chic. Tidak perlu khawatir dengan harga wallpaper dinding yang mahal, karena banyak wallpaper dengan harga terjangkau bisa dipakai untuk mendapatkan gaya ini.

Gaya Vintage yang Manis dan Feminin

Bila dilihat dari arti kata, shabby bisa diartikan usang atau bahkan lusuh. Tentu ini tidak berarti bahwa gaya penataan shabby chic ditekankan pada kata usang secara harfiah. Namun desain ini memang turunan dari aliran gaya vintage yang berpusat pada tahun 20an sampai 60an. Dengan demikian, usang yang dimaksud bisa diartikan ‘tua’ atau mengingatkan pada masa yang telah lalu.

Gaya shabby chic mulai menjadi tren karena dipopulerkan oleh desainer interior dari London, Rachel Ashwell melalui toko interiornya di Santa Monica California pada tahun 1989. Inspirasi gaya ini adalah rumah pedesaan tradisional di Inggris, yang kental dengan motif-motif floral yang lembut, warna putih dan pastel, sehingga sekilas berkesan feminin. Dengan demikian gaya shabby ini cepat populer terutama di kalangan wanita. Penggunaan wallpaper bermotif floral cukup efektif untuk menghadirkan ‘rasa’ shabby chic dan oleh karenanya cukup sering digunakan. Banyak toko yang jual wallpaper dinding murah dengan motif floral, dan tentunya dengan sedikit kreatifitas penampilan shabby chic bisa dihadirkan di ruangan Anda.

Baca juga: Ingin Kamar Tidur Nyaman Agar Bisa Beristirahat Dengan Maksimal? Lakukan Tips Berikut Ini!

Pada gaya ini ada rasa vintage yang elegan dan cantik, dengan demikian tak terlalu sulit mencari pernak-pernik atau pendukung dekorasi dengan harga terjangkau. Sebab dari benda-benda atau furniture lama justru bisa cocok dengan gaya ini. Perabot yang catnya terlihat mulai pudar namun masih manis, atau furniture dengan sentuhan ukir namun terkesan ringan dan lembut, cocok untuk mendapatkan gaya shabby chic.

Tips Mendapatkan Gaya Shabby Chic

Tips Mendapatkan Gaya Shabby Chic

Walaupun tampaknya mudah, seringkali orang salah menerapkan gaya shabby chic. Apa sajakah yang harus diperhatikan dalam mendekorasi ruangan agar gaya shabby chic bisa didapatkan?

  1. Terapkan dan ‘mainkan’ warna-warna putih dan pastel. Untuk mendapat kesan shabby chic yang lembut sekaligus kasual, memang dibutuhkan sedikit kreatifitas dalam memadukan warna. Putih bisa dijadikan warna yang dominan, namun bisa juga hadir sekedar untuk memberi sentuhan chic. Penggunaan warna-warna pastel juga umum dilakukan dalam dekorasi gaya ini dan diterapkan melalui penggunaan wallpaper. Di toko-toko yang jual wallpaper dinding murah sampai mahal tentu ada warna-warna pastel yang sesuai dengan konsep shabby chic.
  2. Kesan antik atau vintage. Memasukan nuansa vintage bisa melalui pemilhan perabot yang berkesan klasik atau tua, atau dari warnanya yang sudah mulai memudar. Beberapa motif ukir pada furniture juga bisa dipilih untuk memberikan kesan vintage. Jangan memilih ukiran yang berat dan formal karena shabby chic identik dengan kesan kasual yang bernuansa pedesaan.
  3. Motif floral. Memang motif bunga-bunga identik dengan gaya shabby chic. Namun Anda selalu bisa mix and match motif dengan polkadot maupun garis-garis yang lembut. Wallpaper bisa menjadi elemen yang memberi motif atau aksen dalam ruangan. Tak perlu yang mahal karena harga wallpaper dinding kini cukup variatif dengan pilihan yang beragam.
  4. Hindari keseragaman. Anda bisa memadu padankan berbagai furniture atau pernak pernik dengan gaya yang berbeda. Kunjungi garage sale agar mendapatkan variasi barang yang beragam serta usahakan agar perpaduannya menyatu secara natural.